Ilmuwan National Aeronautics and Space Administration (NASA) melalui observasi penelitian robot rover Curiosity mengungkapkan, Mars pernah kehilangan atmosfer.
Dilansir Nbcnews, pengukuran dari Sample Analysis
yang dilakukan Curiosity di
instrumen Mars atau SAM,
memberikan dukungan segar bagi
pandangan bahwa aliran berkecepatan tinggi dari partikel
bermuatan listrik dari matahari telah
"melepas" atmosfer Mars dari atas.
Mars menjadi lebih rentan terhadap
kehilangan atmosfer ketimbang
Bumi. Sebab, planet merah tidak
memiliki medan magnet global untuk
bertindak sebagai perisai terhadap angin matahari.
Terkini, atmosfer Mars hanya satu persen sama padatnya seperti Bumi
di permukaan dan sebagian besar
terdiri dari karbon dioksida.
Atmosfer sangat tipis yang
menghangatkan sehingga es bisa
berubah langsung menjadi uap air tanpa melewati fase cair terlebih dahulu.
Ilmuwan melihat bukti geologi
bahwa air mengalir berlimpah di
seluruh bagian Mars miliaran tahun
lalu. Hal tersebut menunjukkan
bahwa tekanan atmosfer Mars mirip Bumi.
Tim sains Curiosity mengungkapkan
hasil temuannya dari SAM pada Senin
selama European Geosciences
Union's General Assembly di Wina.
Petunjuk kunci dari penelitian ini
berdasarkan pengukuran tepat dari berbagai isotop argon serta gas
yang ada pada atmosfer Mars.

0 comments:
Post a Comment